Syari'ah

Penuh Manfaat, Jangan Ragu Tunaikan Zakat!

Penuh Manfaat, Jangan Ragu Tunaikan Zakat!

Sebentar lagi Lebaran!

Sahabat RiRi, tak terasa kita sudah sampai di penghujung Ramadhan, ya. Semoga kita tetap semangat menjalaninya sampai pada Hari Kemenangan. Tapi, ada satu yang tak boleh ketinggalan. Selain berpuasa, pada bulan Ramadhan kita juga memiliki satu kewajiban, yaitu membayar zakat. Hal ini seperti apa yang disampaikan oleh Rasulullah S.A.W pada hadist yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas r.a : Rasulullah mewajibkan  zakat fitrah untuk mensucikan orang yang berpuasa dan sebagai makanan bagi orang fakir miskin (HR Bukhori)

Tujuan zakat bukan sekedar menunaikan kewajiban, lho. Tapi juga untuk membersihkan harta, mensucikan diri, dan berbagi kepada orang-orang yang membutuhkan.

Lantas apa sih, ketentuan zakat?

(Foto : Pinterest)

Pada dasarnya, zakat terbagi-bagi menurut komoditasnya. Namun yang paling utama adalah zakat yang harus dibayarkan menjelasng shalat Idul Fitri, yakni Zakat Fitrah.

Zakat Fitrah dikeluarkan sekali setahun di bulan Ramadhan. Besarannya adalah 2,5 liter atau 3.5 kilogram makanan pokok yang biasa dikonsumsi sehari-hari oleh setiap jiwa. Dalam hal ini, umumnya di Indonesia menggunakan beras. Selain makanan pokok atau beras, zakat fitrah juga bisa dibayarkan dalam bentuk uang. Besarannya sama dengan harga makanan pokok tersebut. Misal, biasanya kita makan menggunakan beras seharga 13rb per kilogram, maka zakat yang dikeluarkan juga menggunakan patokan harga beras tersebut.

Kapan zakat ini dibayarkan?

Zakat bisa dibayarkan selama bulan Ramadhan sampai dengan berdirinya shalat Idul Fitri. Jangan sampai ketinggalan, ya!

Lalu kepada siapa, sih, zakat kita akan disalurkan?

Zakat memiliki ketentuan penerima yang diatur dalam Al Qur’an. Mari kita tengok isi surat At Taubah ayat ke 60 ini :

إِنَّمَا ٱلصَّدَقَٰتُ لِلْفُقَرَآءِ وَٱلْمَسَٰكِينِ وَٱلْعَٰمِلِينَ عَلَيْهَا وَٱلْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِى ٱلرِّقَابِ وَٱلْغَٰرِمِينَ وَفِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَٱبْنِ ٱلسَّبِيلِ ۖ فَرِيضَةً مِّنَ ٱللَّهِ ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

“Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” 

Dengan begitu, kita mengetahui bahwa zakat kita akan disalurkan kepada fakir miskin, budak, mualaf, orang yang sedang berjihad, orang yang memiliki hutang dan butuh biaya untuk hidup, Ibnu sabil (yang kehabisan biaya di perjalanan dalam rangka taat kepada Allah), juga para pengurus-pengurus zakat.

Nah, Sahabat RiRi, jangan ragu yaa untuk menunaikan zakat! Karena zakat bukan hanya bermanfaat bagi para penerimanya, namun juga untuk kita yang menunaikan sebab jiwa dan harta kita menjadi bersih. Tunaikan zakat, yuk!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *